Wednesday, September 28, 2011

Install Python 2.7 di Debian


horasoctavianus@sihotang:~$ wget http://www.python.org/ftp/python/2.7/Python-2.7.tgz
horasoctavianus@sihotang:~$ tar xzf Python-2.7.tgz
horasoctavianus@sihotang:~$ cd Python-2.7
horasoctavianus@sihotang:~$ ./configure --with-pth --with-dec-threads --with-signal-module --prefix=/opt/python-2.7
horasoctavianus@sihotang:~$ make
horasoctavianus@sihotang:~# make install
horasoctavianus@sihotang:~#ln -s /opt/python-2.7 /opt/python

Sunday, September 25, 2011

Kompres direktori di linux

kompres file (archive) direktori sering kali diperlukan untuk mengurangi konsumsi space ataupun untuk backup data.

command yang digunakan untuk kompresi direkretori adalah:
[horasoctavianus@sihotang ~]$ tar -zcvf Bekap-Direktori.tar.gz /data/DirektoriYangMauDibackup

sedangkan untuk me-restore data yang telah di kompres adalah dengan command berikut:
[horasoctavianus@sihotang ~]$ tar -zxvf Bekap-Direktori.tar.gz
*dengan nilai default akan di extract di current direktori.


keterangan:
-z : kompresi menggunakan gzip
-c : create archive
-x : extract archive
-v : menampilkan progress selama kompresi
-f : nama file archive

Monday, September 19, 2011

Install & Setting Urchin 7 (Web Analytic) di Centos 5.5 (Linux/FreeBSD)

Urchin merupakan web analytic tools yang dikeluarin mbah google, secara umum hampir mirip dengan Google Analytic (GA) karena menggunakan trik yang sama, yaitu pemasangan/tagging script (berupa javascript) di halaman html/php. Namun yang membedakan antara urchin dan Google Analytic adalah di proses perhitungan log-access nya dimana Google Analytic melakukan proses perhitungan log-accessnya langsung di server google, sedangkan untuk Urchin, prosesnya & log-accessnya dilakukan secara lokal.
Terhitung sampai hari ini, saya sudah hampir 3 tahun bergelut sebagai admin dengan yang namanya web analytic di detikcom, dari beberapa tools yang pernah saya pakai (ex: webtrend, nihuo, etc ) Urchin merupakan yang paling reliable, selain karena fiturnya yang jauh lebih lengkap dan UI yang lebih manusiawi (lebih enak dilihat), Urchin yang sifatnya webbase sehingga memungkinkan bisa diakses lebih mudah (berbeda dengan Webtrend/Nihuo yang membutuhkan rdesktop/vnc). Namun seperti kata pepatah "Harga nggak pernah bohong.." lisensi untuk 1 urchin kurang-lebih $10.000.
Cukup penjelasan singkatnya, sekarang mari kita install :D

Step #1
kita buat database untuk urchinnya dulu, dalam hal ini saya memakai postgres, untuk yang belum install bisa liat disini untuk tahapan install postgresnya.
horasoctavianus@sihotang:~$ ssh xxx.xxx.x.xx -lroot
root@urchin# psql -U pgsql -d postgres
postgres=# CREATE DATABASE urchin WITH ENCODING 'UTF8';
postgres=# CREATE USER urchin WITH PASSWORD 'urchinpass';
postgres=# GRANT ALL ON DATABASE urchin TO urchin;
postgres=# \connect urchin;
postgres=# CREATE LANGUAGE 'PLPGSQL';
postgres=# \q;
root@urchin#

Step #2
dowload file instalasi Urchin nya
root@urchin#wget http://dl.google.com/urchin/current_urchin7_linux2.6_kernel_x64.zip
root@urchin#unzip current_urchin7_linux2.6_kernel_x64.zip
root@urchin#tar xzvf urchin7100_linux26x64.tar.gz
kemudian menjalankan script instalasinya
root@urchin#./install.sh
Choose Language: [Default: 1]
   1. English
   2. Chinese (Simplified) / 中文(简体)
   3. Chinese (Traditional) / 中文 (繁體)
   4. Dutch / Nederlands
   5. French / Français
   6. German / Deutsch
   7. Italian / Italiano
   8. Japanese / 日本語
   9. Korean / 한국어
  10. Portuguese (Brazil) / Português (Brasil)
  11. Spanish / Español
-> 1
Specify the installation directory [Default: /usr/local/urchin]:
-> /data/urchin

The specified directory does not exist: /data/urchin

Do you want the script to create it? [Default: 1]
   1. Yes
   2. No
-> 1

Choose a port number for the webserver [Default: 9999]
-> 80

Choose a user for the webserver and file ownership [Default: nobody]
-> 

Choose a group for the webserver and file ownership [Default: nobody]
-> 

SQL Server Type [Default: 1]
   1. Use existing MySQL db
   2. Use existing PostgreSQL db
   3. Install & Use PostgreSQL db (requires root privileges)
-> 2
SQL Server [Default: localhost]
-> 127.0.0.1

SQL Port [Default: 5432]
-> 

SQL Database [Default: urchin]
-> urchin

SQL User [Default: nobody]
-> urchin

SQL Password
-> myurchinpasswd

Would you like to initialize the configuration database during
install? WARNING: selecting 'yes' overwrites any existing configuration
data! [Default: 2]
   1. Yes
   2. No
->2
........... *klik enter untuk nilai default

Installation Directory: /data/urchin
Webserver Port: 80
Webserver User: nobody
Webserver Group: nobody
SQL Server Type: postgres
SQL Server: 127.0.0.1
SQL Port: 3306
SQL Database: urchin
SQL User: urchin
SQL Password: myurchinpasswd
Initialize configuration database during install: Yes
Automatic monthly geodata updates: Yes
Start Webserver and Scheduler: Yes

Please select continue or exit [Default: 1]
   1. Continue
   2. Exit

Installing Urchin

Configuring Urchin to use existing SQL server
-- Initializing SQL database for Urchin
-- Configuring SQL parameters in urchin.conf

Creating webserver configuration

Setting file ownership and permission

Starting the Urchin webserver and scheduler daemon
Urchin webserver started on port 80
Urchin SLAVE scheduler started
Urchin MASTER scheduler started

------------------------------------------------------------------------
-- Installation Complete
------------------------------------------------------------------------

The Urchin administrative interface should be ready to use at

http://xxx.xxx.x.xx/

To start or stop the Urchin webserver or scheduler, run 'urchinctl start'
or 'urchinctl stop' from the installation bin directory.

The administrative interface default username is admin and the password
is urchin.  A wizard will direct you through the process of licensing
the product and changing the default password.  We strongly recommend
that you change the default value to something more secure.
hasilnya akan seperti ini..

Urchin memiliki 3 Skenario tracking,
#a. IP+User-Agent Tracking
dalam case ini tidak ada penambahan konfigurasi, namu dalam pembuatan profile pastikan menu "Visitor Tracking Method" diisi dengan "IP+User-Agent".
#b. UTM Tracking
pada case ini, perlu ditambahkan script javascript di setiap halaman website html/php.
copy file urchin.js dan __utm.gif ke direktori website yang akan ditempel urchinnya. kemudian menambahkan script ini (recomended) dibawah tag html <head>.
<script src="/urchin.js" type="text/javascript"></script>
<script type="text/javascript">
urchinTracker();
</script>
#c. Urchin bersamaan dengan Google Analytic
menambahkan baris "_userv=2;" di script Google Analytic, sehingga terlihat seperti dibawah ini 
<script src="http://www.google-analytics.com/urchin.js"
type="text/javascript">
<script type="text/javascript">
_userv=2;
_uacct="UA-XXXXXXX-Y";
urchinTracker();
</script>
sedangkan untuk script Urhin urchin.js ditambahkan _userv=0;

Step #4
mengubah log format di http.conf (kalau make Apache) menjadi
LogFormat "%h %v %u %t \"%r\" %>s %b \"%{Referer}i\" \"%{User-
Agent}i\" \"%{Cookie}i\"" urchin


semoga bermanfaat & selamat mencoba :)
*maaf kalau ada tahapan-tahapan yang masih kurang

Friday, September 16, 2011

Install Postgres 8.3 di Centos 5.5

ini bukan kali pertama saya melakukan instalasi postgres, namun kali ini perlu saya tulis diblog ini, hitung-hitung biar makin inget, selain itu kali aja bisa bermanfaat buat yang lain (meskipun di internet sudah banyak tutor yang sama).

to the point aja..

step #1
melakukan remote ke server dimana database akan di install.

horasoctavianus@sihotang:~$ ssh root@dbserver
[root@dbserver ~]# 

step #2
me-remove PostgreSQL 8.1 (kalau sudah terinstall sebelumnya), karena versi ini secara default terdapat di Centos 5, dimana versi ini belum support untuk INSERT..RETURNING

[root@dbserver ~]#yum remove postgresql postgresql-server

step #3
menambahkan beberapa line dibawah ini ke /etc/yum.repos.d/CentOS-Base.repo dengan cara

[root@dbserver ~]vi /etc/yum.repos.d/CentOS-Base.repo
[base]
exclude=postgresql*
[updates]
exclude=postgresql*

step #4
men-download file instalasi

[root@dbserver ~]#wget http://yum.pgsqlrpms.org/reporpms/8.3/pgdg-centos-8.3-7.noarch.rpm

step #5
proses instalasi

[root@dbserver ~]#rpm -ivh pgdg-centos-8.3-7.noarch.rpm
[root@dbserver ~]#yum install postgresql postgresql-server

step #6
enable client authentication perlu dilakukan untuk memberikan akses remote (ex: Pgadmin) dari host/network yang lain.

[root@dbserver ~]#psql -Upostgres
Welcome to psql 8.3.11, the PostgreSQL interactive terminal. Type: \copyright for distribution terms \h for help with SQL commands \? for help with psql commands \g or terminate with semicolon to execute query \q to quit postgres=#ALTER USER postgres WITH PASSWORD 'mypassword';
postgres=#\q


[root@dbserver ~]#chkconfig postgresql on
[root@dbserver ~]#servic
e postgresql initdb
[root@dbserver ~]#vi /var/lib/pgsql/data/pg_hba.conf


tambahkan line berikut (sesuaikan xx.xx.xx.xx dengan network/host yang diinginkan)

host all all xx.xx.xx.xx/24 trust
atau
host all all xx.xx.xx.xx/24 md5

step #7
meng-allow tcp/ip socket dengan meng-edit file /var/lib/pgsql/data/postgresql.conf, yaitu mengganti line:

listen_addresses='localhost'
menjadi
listen_addresses='*'
atau langsung memasukkan ip-address nya
listen_addresses='203.190.1.2 203.190.1.3'

step #8
restart service database postgresnya

[root@dbserver ~]#/etc/init.d/postgresql restart

semoga bermanfaat & selamat mencoba :)

Monday, September 12, 2011

Aktifasi Internet Kartu 3 (Three) di Samsung Galaxy Spica


melihat tarif internet 3 yang paling murah untuk saat ini, maka saya mencoba memakai layanan dari provider 3 tersebut. tapi saat pertama dipasangkan ternyata dari androidnya tidak mengenali secara otomatis settingan APN dari 3 tersebut. untuk itu kita harus setting manual new APN lagi. settingan yang perlu diisi adalah :
APN Name : 3data
Username : 3data
Password : 3data
ternyata setelah disetting seperti itu belum bisa connect ke jaringan 3-nya.. untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakuin lagi..
hal yang perlu diperhatikan :
1. firmware dari android yang kita pakai harus versi eropa  *****XXJ** (bisa dilihat di menuSetting - About Phone - Baseband Version).
2. android yang kita pakai harus sudah di rooted. (untuk yang belum rooted bisa baca-baca tutor di internet, banyak kok..)
3. pastikan di android kita sudah terinstall Root Explorer. (kalau belum install, bisa intall dari Android Market atau download .apk nya disini).
kalau langkah-langkah diatas udah dipenuhin, mari kita lanjutkan ke langkah-langkah berikutnya :
1. silahkan download dulu file libsec-ril.so berikut, terus simpan di folder /sdcard/.
2. buka Root Explorer kemudian copy file yang telah didownload tadi ke folder /system/lib/, tapi sebelumnya kita setting permission file nya dulu di kanan atas “mount r/w“. (tapi untuk jaga-jaga sebelum kita copy-paste file yang kita download tadi, kita rename file libsec-ril.soyang di folder /system/lib/ menjadi libsec-ril.so.ori )
3. kemudian tutup semua aplikasi, kemudian restart.
4. internet dengan kartu 3 (three) sudah dapat dinikmati. :)
selamat mencoba :)

Auto Login SSH


ssh adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnetrsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. ssh bekerja di TCP port 22. ssh sangat membantu sys-admin dalam memanage server *nggak perlu bekerja di ruang sever yang super duper dingin tapi cukup dengan remote dengan ssh. namun auto login ssh digunakan ketika beberapa server harus melakukan pertukaran data secara schedule dengan menggunakan scp yang merepotkan jika dilakukan secara manual.
berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam pembuatan auto login ssh,
Pada client Jalankan perintah ssh-keygen -t rsa
client:~# ssh-keygen -t rsa
Generating public/private rsa key pair.
Enter file in which to save the key (/root/.ssh/id_rsa):
Enter passphrase (empty for no passphrase):
Enter same passphrase again:
Your identification has been saved in /root/.ssh/id_rsa.
Your public key has been saved in /root/.ssh/id_rsa.pub.
The key fingerprint is:
ae:cd:84:c8:28:67:fa:29:d8:c5:e8:ce:12:d8:84:ae
client:~#
*Setiap pertanyaan tekan aja tombol enter, demikian pula dengan pertanyaan passphrase enter saja(kosong). Disini secara default letak file publik keynya di folder .ssh
hal yang kemudian dilakukan adalah peng-copy-an file id_rsa.pub ke server dengan menggunakan scp,
client:~# scp .ssh/id_rsa.pub root@server:~
root@server’s password:
id_rsa.pub 100% 393 0.4KB/s 00:00
Pada server buka file konfigurasi ssh yakni  /etc/ssh/sshd_config, pastikan bahwa ada baris yang seperti dibawah ini ( yang laen tidak perlu diedit )
RSAAuthentication yes
PubkeyAuthentication yes
AuthorizedKeysFile %h/.ssh/authorized_keys2
kemudian pada server salin id_rsa.pub ke file authorized_key2
cat id_rsa.pub >> .ssh/authorized_keys2
kemudian kita kembali ke client dan mencoba lakukan ssh ke server
client:~# scp /data/test.txt root@server:/data/test/
apabila ssh sudah berjalan tanpa memasukan password lagi maka auto login ssh anda sudah berjalan.
Selamat Mencoba.. and Good Luck… :-)